Bidang
studi mikroelektronika walau cukup menarik, masih mengalami kendala lumayan
berat. Ketersediaan komponen dan keterbatasan sumber daya manusia yang
berkualitas.
Semakin
lama teknologi akan berkembang pada hal-hal yang serba-renik. Mulai dari
teknologi biologi molekuler yang meneliti partikel terkecil makhluk hidup,
sampai dengan apa yang disebut dengan nanoteknologi. Sebelum mencapai
nanoteknologi, teknologi yang kini tengah berkembang adalah mikroelektronika.
"Mikroelektronika
merupakan satu di antara lima kelompok utama teknologi yang berkembang setelah
Perang Dunia II, yaitu teknologi dirgantara, teknologi nuklir, bioteknologi,
teknologi mikroelektronika dan teknologi material," ujar Dr. Totok M.
Sabar Soegandi Msc, dalam orasi pengukuhannya sebagai Ahli Peneliti Utama (APU)
Bidang Fisika di Jakarta, Senin (29/11).
Peneliti
yang menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini menekankan bahwa studi
mikroelektronika menjadi landasan utama dalam perkembangan industri berbagai
produk elektronika seperti radio, audio, VCD (video compact disc), DVD (digital
video disc), audio amplifier, dan sejenisnya. Di bidang pertahanan keamanan
teknologi ini juga memegang peranan penting seperti dalam produk peralatan
navigasi, pemancar, dan sejenisnya.
Ada
perbedaan antara elektronika profesional dan elektronika militer. Elektronika
profesional memerlukan persyaratan teknologi tinggi sehingga titik beratnya
adalah kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang tinggi dengan pasar yang
dikendalikan pemerintah. Sedangkan elektronika militer lebih ditunjang oleh
litbang (penelitian dan pengembangan) yang maju dan padat teknologi sehingga
secara langsung tingkat kecanggihan yang tinggi merupakan tolok ukur kemajuan
teknologi bangsa.