Tuesday, 13 June 2017

Bidang studi mikroelektronika walau cukup menarik, masih mengalami kendala lumayan berat. Ketersediaan komponen dan keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas.

Semakin lama teknologi akan berkembang pada hal-hal yang serba-renik. Mulai dari teknologi biologi molekuler yang meneliti partikel terkecil makhluk hidup, sampai dengan apa yang disebut dengan nanoteknologi. Sebelum mencapai nanoteknologi, teknologi yang kini tengah berkembang adalah mikroelektronika.

"Mikroelektronika merupakan satu di antara lima kelompok utama teknologi yang berkembang setelah Perang Dunia II, yaitu teknologi dirgantara, teknologi nuklir, bioteknologi, teknologi mikroelektronika dan teknologi material," ujar Dr. Totok M. Sabar Soegandi Msc, dalam orasi pengukuhannya sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) Bidang Fisika di Jakarta, Senin (29/11).

Peneliti yang menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini menekankan bahwa studi mikroelektronika menjadi landasan utama dalam perkembangan industri berbagai produk elektronika seperti radio, audio, VCD (video compact disc), DVD (digital video disc), audio amplifier, dan sejenisnya. Di bidang pertahanan keamanan teknologi ini juga memegang peranan penting seperti dalam produk peralatan navigasi, pemancar, dan sejenisnya.


Ada perbedaan antara elektronika profesional dan elektronika militer. Elektronika profesional memerlukan persyaratan teknologi tinggi sehingga titik beratnya adalah kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang tinggi dengan pasar yang dikendalikan pemerintah. Sedangkan elektronika militer lebih ditunjang oleh litbang (penelitian dan pengembangan) yang maju dan padat teknologi sehingga secara langsung tingkat kecanggihan yang tinggi merupakan tolok ukur kemajuan teknologi bangsa.